Sebelum Melakukan Konsultasi Arsitek Sebaiknya Lakukan Ini

konsultasi-arsitek

Membangun rumah, gedung perkantoran, atau bangunan lainnya tentunya membutuhkan arsitek. Ini dimaksudkan agar hasil bangunan bisa sesuai dengan yang diinginkan. Untuk konsultasi arsitek sendiri pun sudah semakin mudah dilakukan.

Hal ini tidak lain karena ada banyak jasa arsitek yang siap diajak kerja sama. Oleh sebab itulah tidak akan lagi merasa kesulitan untuk mendapatkan jasa arsitek untuk diajak kerja sama. Meskipun begitu, pastikan untuk memilih jasa arsitek yang sudah berpengalaman dan terpercaya.

Apa itu Arsitek? Begini Penjelasannya!

Arsitek merupakan seseorang yang paham dan bertugas melakukan perencanaan dan merancang desain bangunan. Seorang arsitek sudah terlatih di bidang seni dan desain. Dimana memerankan peranan penting untuk membuat konstruksi sesuai dengan permintaan klien.

Tanggung jawab dari arsitek adalah mengamankan keselamatan penghuni bangunan. Oleh sebab itulah arsitek harus memiliki lisensi profesional. Dengan begitu arsitek tersebut akan lebih mudah dipercaya oleh orang lain.

Tips Saat Konsultasi dengan Arsitek

Seperti yang sudah diketahui, bahwa untuk mendapatkan bangunan sesuai harapan tidaklah mudah. Namun dengan bantuan arsitek maka keraguan dan kegalauan bisa terhindarkan. Akan tetapi sebelum menyampaikan rencana dan ide, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut ini.

1. Lakukan Riset

Untuk langkah pertama bisa dengan melakukan riste terlebih dahulu. Ini adalah hal wajib sebelum melakukan kerja sama dengan arsitek dan pembangunan. Dengan melakukan riset ini bertujuan agar nantinya ketika melakukan konsultasi arsitek bisa jadi lebih lancar dan cepat.

Riset bisa dilakukan dengan mencari di website desain interior. Kemudian minta saran dan masukan dari keluarga atau teman. Lalu ketahui bagaimana portofolio yang dihasilkan dari jasa arsitek tersebut.

2. Bertanya Lebih Banyak

Memang benar ada banyak arsitek yang bisa diajak kerja sama. Akan tetapi sebaiknya ketahui terlebih dahulu pekerjaan apa saja yang bisa dikerjakan oleh arsitek tersebut. Anggaran yang ditawarkan oleh arsitek, pihak klien akan mendapatkan apa saja.

Jangan lupa untuk menanyakan berapa lama waktu pengerjaannya dalam menyelesaikan proyek tersebut. Menanyakan serinci mungkin kepada arsitek akan menyingkirkan kesalahpahaman di masa mendatang.

3. Ketahui yang Diinginkan

Setiap orang pastinya memiliki selera sendiri, maka dari itulah sampaikan ke arsitek. Apa yang disukai dan tidak disukai, sampaikan semuanya. Ini dilakukan agar nantinya tidak ada kesalahan dalam membuat desain dan pembangunan.

Mulai dari bentuk, warna, material, dan hal lainnya. Hal kecil sekalipun harus disampaikan kepada arsitek dan jangan sampai ada yang terlewatkan.

4. Ketahui Anggarannya

Perlu diketahui bahwa saat konsultasi arsitek salah satu hal penting yang harus diketahui adalah mengenai anggaran. Untuk anggaran ini nantinya akan digunakan pertimbangan pembelian material oleh arsitek.

Oleh sebab itulah pastikan untuk melakukan komunikasi dengan jelas mengenai anggaran yang dimiliki. Jangan lupakan untuk menanyakan mengenai kelebihan dan kekurangan yang akan didapatkan nantinya.

5. Tahu Tren Baru

Mengikuti trend desain bangunan saat ini tidak ada salahnya karena bisa mendapatkan inspirasi baru. Sebagai contohnya adalah smart home, pemilihan bahan yang ramah lingkungan, sampai desain open space. Selain membuat lebih efisien juga bisa jadi lebih trendi.

6. Komunikasi Aktif

Dalam proses desain sendiri membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itulah pastikan untuk aktif melakukan konsultasi arsitek agar hasilnya memuaskan. Biasanya tim arsitek akan melakukan pertemuan rutin untuk membahas progress pekerjaan.

Pertemuan ini nantinya bisa membantu klien mengetahui sudah sampai mana proses desain. Apakah ada kesalahan dalam pembuatannya atau tidak. Jika ada kesalahan, mintalah pihak arsitek untuk melakukan revisi agar sesuai keinginan.

7. Jangan Plin Plan

Salah satu kesalahan terbesar adalah mengubah desain yang sudah dibuat oleh jasa arsitek. Akan lebih baik jika menetapkan satu desain dan tidak diubah-ubah. Apabila ketika konsultasi arsitek ingin melakukan pengubahan, ada baiknya dari awal-awal saja.

Tugas Arsitek yang Harus Diketahui

Ada banyak tugas dari seorang arsitek yang harus dilakukan untuk klien. Berikut ini beberapa tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh seorang arsitek.

1. Membuat Konsep Rancangan Bangunan

Untuk tugas yang pertama adalah membuat konsep rancangan bangunan. Di tahap ini harus dipastikan bahwa semua data dan informasi penggunaan jasa sudah clear. Selanjutnya pihak arsitek akan membuat analisis serta pengolahan data untuk membuat program serta membuat konsep rancangan.

2. Menyusun Pola & Bentuk Arsitektur

Setelah itu arsitek akan menyusun pola dan bentuk arsitektur berdasarkan konsep rancangan tadi dalam bentuk gambar. Juga arsitek harus bisa melihat nilai fungsional atau tidak dari rancang bangun tersebut.

Pada sketsa konstruksi, arsitek akan membuat rangkuman perkiraan dari luas bangunan. Selain itu juga merangkum bahan konstruksi untuk pembangunan, sistem konstruksi, biaya dan waktu proses pembangunan.

3. Mengembangkan Rancangan

Apabila rancangan dan bentuk arsitektur sudah disetujui klien ketika konsultasi arsitek, maka langkah selanjutnya adalah menyusun denah. Dalam tahap ini arsitek harus membuat denah secara detail dari sistem konsturksi dan struktur bangunan.

Jika hasilnya disetujui, maka disepakati bersama sebagai rancangan akhir bangunan. Pentingnya konsultasi dan pertemuan antara klien serta arsitek adalah untuk mencapai kesepakatan bersama. Dengan begitu akan lebih mudah dalam proses pengerjaan desain.

4. Melakukan Pengadaan Pelaksanaan Konstruksi

Lalu tugas selanjutnya yang harus dilakukan seorang arsitektur adalah menyediakan pekerjaan konstruksi. Dimana di tahap ini akan dibagi menjadi dua, yakni penyiapan dokumen pembelian konstruksi dan pelaksanaan penawaran.

Nantinya arsitek akan memasukkan gambar pelaksanaan dalam format dokumen lelang. Juga dilengkapi ulasan rencana kerja dan syarat teknis pelaksaan pekerjaan atau RKS. Selain itu juga membuat RAB dan akhir spesifikasi layanan.

5. Melakukan Peninjauan & Pengawasan

Selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan dan pemantauan. Dimana arsitek melakukan audit secara berkala di lapangan dan bertemu klien serta pengawas terpadu. Untuk pelaksanaan ini dilakukan di luar selama dua minggu sekali atau minimali satu bulan sekali.

Kemampuan yang Dimiliki Arsitek

Seorang arsitek harus bisa menggabungkan pekerjaan dari tiga aspek penting. Yakni seni, desain, dan teknik. Oleh sebab itulah arsitek harus bisa memiliki kemampuan yang menunjang pekerjaannya tersebut. Berikut beberapa kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang arsitek.

  • Kemampuan numerik untuk perhitungan yang tepat
  • Dapat berpikir secara kreatif
  • Mampu berpikir dengan kritis
  • Memiliki pengetahuan ilmu hukum dasar
  • Mempunyai kemampuan berkomunikasi dan kolaborasi untuk klien
  • Mampu menyelesaikan masalah dengan kemampuan yang dimiliki
  • Peka pada unsur komersial
  • Memiliki kemampuan artistik
  • Sudah memiliki gelar sarjana dari jurusan ilmu arsitektur
  • Memiliki lisensi arsitek profesional agar lebih mudah dipercaya

Demikianlah pembahasan mengenai beberapa tips konsultasi arsitek yang harus diketahui dan dipahami terlebih dahulu. Begitu juga ada beberapa tugas dan tanggung jawab yang harus dimiliki oleh seorang arsitek. Pastikan untuk memilih layanan arsitek yang sudah berpengalaman dan terpercaya agar mendapatkan hasil desain sesuai dengan keinginan dan impian pastinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *